My Blog List

Showing posts with label Realita. Show all posts
Showing posts with label Realita. Show all posts

Friday, April 24, 2009

Tattoo, Dulu Tabu Sekarang Trendi




TATO, body painting atau rajah adalah gambar symbol pada kulit tubuh yang di ukir dengan menggunakan alat sejenis jarum. Biasanya gambar dan symbol itu di hias dengan pigmen berwarna-warni. Zaman dulu, orang-orang masih menggunakan teknik manual dan dari bahan-bahan tradisional untuk menato seseorang. Orang-orang Eskimo misalnya, memakai jarum dari tulang binatang untuk proses pembuatan rajahnya. Di kuil-kuil Shaolin malah memakai gentong tembaga yang panas untuk mencetak gambit Naga pada kulit tubuh. Murid-murid Shaolin yang dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan symbol itu kemudian menempelkan kedua lengan mereka pada semacam cetakan gambar Naga yang ada di kedua sisi gentong tembaga pansa itu.

Konon, menurut sejarahnya, tato pada awalnya ditemukan di Egypt pada waktu pembangunan The Great Pyramids, dan saat orang-orang Egypt memperluas kerajaan mereka, seni dari tato pun ikut menyebar. Perkembangan peradaban dari Crete, Yunani, Persia, dan Arabia semakin memperluas bentuk seni tersebut. Sekira 2000 SM, seni tato menyebar ke Cina.

Kata tattoo berasal dari Tahitian, “tatu” yang berarti “ untuk menandakan sesuatu”. Maksud dari menato ada bermacam-macam, dari mulai alas an kebudayaan sampai sesuatu yang dianggap modis dan trnsi. Tato memiliki sesuatu yang sngat penting dalam sesuatu ritual atau tradisi. Di Borneo misalnya, para wanita menato dirinya sebagai symbol yang menunjukan keahlian khusus mereka. Suku Maori di New Zealand membuat tato yang berbentuk ukiran-ukiran spiral pada wajah dan pantat. Menurut mereka, ini adalah tanda bagi keturunan yang baik. Di kepulauan Solomon, tato ditorehkan di wajah perempuan sebagai ritus untuk menandai tahapan baru dalam kehidupan mereka. Hampir sama seperti diatas, orang-orang Nuer di Sudan memakai tato untuk menandai ritus inisiasi pada anak laki-laki. Orang-orang Indian melukis tubuh dan mengukir kulit mereka untuk menambah kecantikan atau menunjukan status sosial tertentu.

Sementara itu, di Indonesia, pernah ada masa-masa ketika tato dianggap sebagai sesuatu yang dianggap momok. Setiap oaring yang memakai tato dianggap identik dengan penjahat, rampok, gali, dan orang nakal. Anggapan negative seperti ini secara tidak langsung mendapat “pengesahan” di berbagai kota di Indonesia.

Brita L. Miklouho-Maklai dalam tulisannya “Menguak Luka Masyarakat”, menyebutkan bahwa para penjahat kambuhan itu kebanyakan diidenfikasi melalui tato, untuk kemudian ditembak secara rahasia, lalu mayatnya ditaruh dalam karung dan dibuang disembarang tempat seperti sampah. PAdahal, tidak semua orang bertato itu penjahat. Tetapi, mengapa sampai terjadi adanya generalisasi seperti? Sayangnya belum ada penelitian mendalam yang bisa menguak pergeseran makna tato dari ukiran dekoratif sebagai penghias tubuh menjadi tanda cap bagi para penjahat.

Sebelum tato dianggap sebagai sesuatu yang trendi dan fashionable seperti sekarang ini, tato memang dekat dengan budaya pemberontakan. Anggapan negative masyarakat tentang tato dan larangan memakai rajah atau tato bagi penganut agama tertentu semakin meyempurnakan image tato sebgai sesuatu yang dilarang dan haram. Oleh karena itu, memakai tato sama dengan memberontak terhadap tatanan nilai sosial dan agama yang ada.


Kini Menjadi Trendi

Walau dulu tato dianggap hal yang tabu dan jelek, sekarang ini tato dianggap sebagai sesuatu yang modis dan trendi. Tato tai lalat, tato untuk memerahkan bibir, tato alis samapi tato gambar “yang memindahkan canvas lukis” ke seluruh badan. Bahkan, para peminatnya kini bukan hanya pada kalangan biasa atau pada orang-orang iseng yang ingin gagah-gagahan. Para artis kini banyak yang menggunakan tato sebagai aksesori. Sebut saja beberapa artis seperti Andi/rif, presenter beken Jodi dan penyanyi cantik Nafa Urbach. Ini menunjukan bahwa tato dewasa ini menjadi tren yang dianggap wajar di masyarakat. Selain dijadikan sebagai wahana berekspresi untuk seniman tatonya.

Di kalangan penghobi motor besar, tato identik dengan mereka. Simak saja, komunitas bikers Amerika dan Eropa seperti Hell’s Angels, The Pagans, The Outlaws, Bandidos dan lain-lain.

Ekspresi kehidupan serba keras, liar dan bebas menjadi inspirasi mereka untuk menuangkannya ke kulit tubuh. Goresan ini biasanya tentang binatang sangar, wanita atau simbol kebebasan yang diidentikkan burung Elang.

Bagi fanatik tunggangan HD, motif tattoo biasanya berupa blok mesin, logo HD bahkan umpatan terhadap merek motor lain. Keakraban para bikers dengan body painting tidak lepas dari curahan nurani karakter individualnya.

Dengan tattoo, mereka ingin kreatif sekaligus mewujudkan kecintaan terhadap motor kesayangan dan elemen kehidupan bikers yang penuh kebebasan. Tak jarang, T-shirt buntung sengaja dikenakan untuk memamerkan tattoo di lengan mereka.

Menurut tattooist Bandung, Yusepthia Soewardi, kecenderungan motorist dirajah awalnya lebih pada penonjolan identitas diri untuk membangun rasa percaya diri. Sekarang, tattoo lebih banyak mengedepankan unsur seninya. “Motif tengkorak, setan, burung elang banyak dipilih dan dipadu motif treebal model ukiran serba runcing. Warnanya sederhana, berupa blok hitam,” jelas pemilik Kent Tattoo Studio ini. “Para penunggang motor besar condong ke gambar bendera Inggris atau amerika yang dipadu komponen atau mesin motornya. Penempatan tata letak gambarnya pun diproses se serasi mungkin, agar dapat dilihat sebagai karya seni bernilai,” terangnya.

Banyak para seniman tato yang eksis dengan hasil karyanya. “Saya beserta rekan, ingin lebih memasyarakatkan tato sebagai sebuah karya seni,”ujar Kent-Kent.

Untuk pencapaian hasil gambar yang sempurna, ia tidak tanggung-tanggung menggunakan bahan tinta Intenze paroduk Austria untuk tatonya. Berbeda dengan tinta biasa, tinta Intenze kokon mengandung antibiotic yang bisa mencegah kanker kulit, selain pilihan warna yang bervariasi mencapai 53 warna berbeda. Hal ini didukung pula dengan keunggulan mesin tatonya yang sengaja ia pesan langsung dari Amerika. Sudah dapat dipastikan, hasil gambarnya menjadi lebih bagus dan sempurna.

Meski pada awalnya Kent-kent pernah menggeluti “tato penjara” yang penggarapannya dilakukan secara asal, belakangan Kent-kent mengubah image negative tentang tato dengan memberlakukan aturan-aturan tertentu untuk proses pembuatan tatonya. Misalnya dengan pemilihan motif tato yang disesuaikan dengan warna kulit klien, samapai pada tahap penjagaan kesehatan dari mulai pemakaian sarung tangan plastic, hingga sterilisasi pada media tato dengan menggunkan alkohol.

Seni tato pun ternyata mengenal berbagai macam aliaran. Menurut Kent-kent di dalam seni tato diklasifikasikan menjadi 6 bagian, yaitu :

1. Natural, berbagai macam gambar tato berupa pemandangan alam atau bentuk muka

2. Treeball, merupakan serangkaian gambar yang dibuat menggunakan blok warna. Tato ni banyak dipakai oleh suku Maori.

3. Outschool, tato yang dibuat berupa gambar-gambar zaman dulu, seperi perahu jangkar atau simbol yang tertusukl pisau.

4. Newschool, gambarnya cenderung mengarah ke bentuk graffiti dan anime.

5. Biomekanic, berupa gambar aneh yang merupakan imajinasi dari teknologi, seperti gambar robot, mesin dll.

Nuansa tato yang kian beranekaragam ini, semakin menambah maraknya dunia tato dan penggemarnya yang secara tidak langsung akan membuat image masyarakat tentang tato menjadi lebih baik, tidak dipandang sesuatu yang tabu lagi. Ini sebagai gambaran kondisi keadaan zaman yang melahirkan konstruksi yang berbeda dari zaman ke zaman. Dulu dianggap buruk, sekarang tato dianggap sebagai sesuatu yang modern. Kalau era ini berakhir, bukan hal yang mustahil kalau tato bisa dianggap sebagai penunjukan “status kelas sosial”.

(Roby Sobardi)
Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Tuesday, April 14, 2009

Apa Yang Terjadi Pada Tubuh-Mu Saat Mati

0 Menit :

Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit :

Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit :

Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4 - 5 Menit :

Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.

7 - 9 Menit :

Penghubung ke otak mulai mati, efek yang sama terjadi ketika anda menyaksikan sinetron.

1 - 4 Jam :

Rigor Mortis * Membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 - 6 Jam :

Rigor Mortis * Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam :

Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam :

Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 - 72 Jam :

Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri !.

36 - 48 Jam :

Rigor Mortis * Berhenti, Tubuh anda selentur penari balerina lagi.

3 - 5 Hari :

Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 - 10 Hari :

Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu :

Rambut, Kuku, Dan Gigi dengan mudahnya terlepas.

Satu Bulan :

Kulit Anda mulai mencair !.

Satu Tahun :

Selain tulang-belulang tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh anda ! Sekarang Anda adalah saingan Twiggy dan Calista Flockhart.

* Rigor Mortis Adalah Fase Dimana Keseluruhan Otot Di Tubuh Menjadi Kaku.

Bayi Umur Dua Tahun Kecanduan Rokok

merokok.jpg
Kebiasaan aneh ditunjukkan oleh Muhammad Bagus Riyandi, putra pertama pasangan Supari (27) dan Yayuk Lestari (23), warga RT 15 RW 03 Dusun Nguren, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Bagus yang baru berusia 2 tahun itu sudah gemar merokok, dan dalam sehari bisa menghabiskan empat batang rokok.
Ny Yayuk mengatakan, kebiasaan aneh itu berawal saat Bagus baru berusia 9 bulan. Saat baru bisa merangkak itu, Bagus merengek sambil meraih rokok yang diisap bapak dan kakeknya. Jika rokok tak diberikan, maka Bagus akan menangis keras. Karena permintaannya dituruti, akhirnya setiap kali keduanya merokok dan terlihat Bagus, maka Bagus pun akan mengisap rokok mereka.

“Awalnya, dia minta sebatang rokok yang masih diisap bapaknya. Sekarang dia sudah mampu menghabiskan sehari sebanyak empat batang. Kalau dilarang, dia marah dan menangis, sampai sekarang. Makanya kami kebingungan melarangnya,” kata Yayuk. “Biasanya, dia minta rokok pada pagi dan sore.”

Sejauh ini, Bagus belum pernah mengalami sakit seperti sesak napas, batuk, atau penyakit terkait rokok. Meski demikian, Yayuk khawatir Bagus akan terkena penyakit akibat merokok. Selain itu, kebiasaan merokok Bagus juga menyedot uang belanja pasangan suami istri yang cuma buruh tani itu.

“Kami ingin periksakan ke dokter untuk mengetahui dampak dia merokok, tetapi enggak ada biaya. Kalau untuk urusan kesehatan, ya paling imunisasi di balai desa,” tutur Yayuk.

My Blog List